










“Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”
(Matius 19:6)
Kisah kedekatan kami bermula pada tahun 2024, setelah momen perpisahan kelas 12. Saat itu, kami pulang bersama karena tidak tahan bepergian menggunakan bus, sehingga memilih untuk berboncengan. Dari perjalanan sederhana tersebut, tanpa disadari kami mulai semakin dekat. Seiring berjalannya waktu, perhatian dan kepedulian tumbuh di antara kami, membuat hubungan kami terasa semakin istimewa.
Memasuki tahun 2025, perasaan yang ada di hati kami semakin kuat. Hubungan yang awalnya dipenuhi rasa nyaman dan perhatian berkembang menjadi hubungan yang lebih serius. Tepat pada bulan Juni 2025, kami saling memperkenalkan diri kepada keluarga masing-masing sebagai langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih akrab dan mendapatkan restu dari orang-orang yang kami cintai.
Singkat cerita, pada Januari 2026 kami mulai merencanakan masa depan bersama dalam ikatan pernikahan. Pada bulan yang sama, kami berkunjung ke Sidikalang, tepatnya ke rumah orang tua Roinda, untuk bersilaturahmi sekaligus membicarakan dan memastikan rencana pernikahan kami. Kemudian, pada Februari 2026, kami melakukan hal yang sama dengan berkunjung ke Rantauprapat, ke rumah orang tua Timotius, untuk mempererat hubungan kekeluargaan serta melanjutkan pembahasan mengenai rencana pernikahan yang telah kami impikan bersama.
Dari sebuah perjalanan sederhana hingga langkah menuju pernikahan, setiap momen yang kami lalui menjadi bagian indah dari kisah cinta kami. Dengan kasih, doa, dan dukungan keluarga, kami berharap dapat melangkah bersama menuju masa depan yang penuh kebahagiaan dan berkat. ❤️