
“Dan Diantara Tanda-tanda (Kebesaran) -Nya Ialah Dia Menciptakan Pasangan-pasangan Untukmu Dari Jenismu Sendiri, Agar Kamu Cenderung Dan Merasa Tenteram Kepadanya, Dan Dia Menjadikan Diantaramu Rasa Kasih Dan Sayang. Sungguh, Pada Yang Demikian Itu Benar-benar Terdapat Tanda-tanda (Kebesaran Allah) Bagi Kaum Yang Berfikir”
{ Q.S : Ar-Rum : 21 }
Insya Allah Acara Akan Dilaksanakan Pada :
Love Story
Takdir di Bawah Langit Biru
Selembar Kertas di Bangku SD
Bagi Hartono, masa kecil di sekolah dasar bukan hanya tentang belajar perkalian atau bermain kelereng di halaman sekolah. Masa itu adalah tentang sepasang mata jernih milik seorang gadis kecil yang duduk di barisan sebelah kanan kelasnya. Namanya Mila.
Mila adalah cinta monyet Hartono. Mereka sering berbagi bekal, mengerjakan tugas kelompok bersama, hingga bertukar surat kecil yang dilipat berbentuk hati.
"Nanti kalau sudah besar, kamu mau jadi apa?" tanya Mila suatu siang di bawah pohon mangga sekolah.
"Aku mau jadi tentara, menjaga negara!" jawab Hartono lantang sambil memberi hormat. Mila tertawa kecil, mengacungkan jempolnya yang mungil.
Namun, perpisahan datang terlalu cepat. Hari kelulusan SD tiba, dan Mila Lanjut di sekolah yang berbeda dengan Hartono Di zaman yang belum secanggih sekarang, tanpa ponsel pintar atau media sosial, perpisahan hari itu berarti putusnya komunikasi. Mereka benar-benar hilang kontak. Waktu bergulir, sosok Mila perlahan tersimpan rapat dalam memori masa kecil Hartono.
Seragam Loreng dan Pertemuan Tak Terduga
Belasan tahun berlalu. Latihan keras, disiplin ketat, dan peluh yang bercucuran akhirnya mengantarkan Hartono mewujudkan impian masa kecilnya. Ia resmi dilantik menjadi seorang prajurit TNI. Gagah dengan seragamnya, Hartono siap mengabdi pada negara.
Setelah lama lulus menjadi TNI Ia tidak sengaja di Pertemukan di Obrolan Grub Whatsapp yang nama grubnya Alumni SD 13 SILORO Dan Tanpa sengaja Hartono Mengirim pesan Kepada Mila Dan Mila pun merespond dengan baik
Menjalin Rasa, Menuju Jala Kehidupan
Pertemuan tak terduga itu menjadi gerbang pembuka komunikasi yang baru. Mereka mulai sering bertukar kabar di sela-sela kesibukan dinas Hartono. Dari yang awalnya canggung mengenang masa lalu, obrolan mereka berubah menjadi ruang berbagi cerita tentang masa kini dan impian masa depan.
Kehadiran Mila membawa warna baru dalam kehidupan militer Hartono yang penuh disiplin. Mila mengagumi dedikasi Hartono, sementara Hartono menemukan ketenangan setiap kali mendengar suara Mila setelah seharian bertugas. Kedekatan yang intens itu menumbuhkan kembali benih-benih rasa yang dulu sempat terputus. Mereka pun resmi berpacaran.
Hubungan mereka tidak selalu mudah, penuh dengan ujian jarak dan waktu karena tugas abdi negara. Namun, kesetiaan dan saling pengertian menjadi fondasi yang kuat. Mila membuktikan dirinya siap menjadi sandaran yang tegar bagi seorang prajurit.
Sauh yang Berlabuh
Tiga tahun mengarungi
pasang surut asmara, Hartono tahu bahwa pencariannya telah usai. Di matanya, mila bukan lagi sekadar cinta monyet di bangku SD, melainkan sosok wanita mandiri dan bersahaja yang siap berjalan beriringan dengannya.
Pada sebuah malam yang tenang, Hartono membawa Mila ke sebuah tempat dengan pemandangan lampu kota. Kali ini, ia tidak mengenakan seragam loreng dinasnya, melainkan pakaian rapi yang kasual.
Hartono menatap lekat mata Mila, lalu mengeluarkan sebuah kotak beludru kecil. "Mila, dulu di bawah pohon mangga sekolah, aku berjanji ingin menjaga negara. Sekarang, di depan kamu, aku ingin berjanji untuk menjaga kamu seumur hidupku. Maukah kamu menjadi pendamping abdi negara, berjalan di sampingku sebagai istriku?"
Air mata bahagia menggenang di sudut mata Mila. Dengan anggukan mantap dan senyum termanisnya, ia menjawab, "Ya, aku mau."
Langkah berikutnya sudah di depan mata. Persiapan pengajuan nikah kantor, seragam Jalasenastri yang anggun berkerudung rapi sudah terbayang di benak, siap menyambut lembaran baru sebagai keluarga prajurit yang sah. Takdir yang dimulai dari sebuah bangku SD yang sederhana, kini bersiap berlabuh di pelaminan yang megah.
Doa Restu Anda merupakan karunia yang sangat berarti bagi kami.
Dan jika memberi adalah ungkapan tanda kasih Anda, Anda dapat memberi kado secara cashless.
Anda Juga Bisa Mengirim
Kado Fisik Ke Alamat Berikut
Konfirmasi Kehadiran
Tiada Yang Dapat Kami Ungkapkan Selain Rasa Terimakasih Dari Hati Yang Tulus Apabila Bapak/ Ibu/ Saudara/i Berkenan Hadir Untuk Memberikan Do’a Restu Kepada Kami
Berikan Ucapan Spesial Anda Disini :