You Are Invited To
The Wedding Of

Tono & Mila (1)
Tono & Mila
Kepada Yth. Bapak/Ibu/Saudara/i
Tamu Undangan
Tanpa Mengurangi Rasa Hormat, Kami Mengundang Anda Untuk Hadir Di Acara Pernikahan Kami.
Mohon maaf apabila ada kesalahan penulisan nama/gelar

Tono & Mila

Senin, 15 Juni 2026

  • 00Hari
  • 00Jam
  • 00Menit
  • 00Detik

“Dan Diantara Tanda-tanda (Kebesaran) -Nya Ialah Dia Menciptakan Pasangan-pasangan Untukmu Dari Jenismu Sendiri, Agar Kamu Cenderung Dan Merasa Tenteram Kepadanya, Dan Dia Menjadikan Diantaramu Rasa Kasih Dan Sayang. Sungguh, Pada Yang Demikian Itu Benar-benar Terdapat Tanda-tanda (Kebesaran Allah) Bagi Kaum Yang Berfikir”
{ Q.S : Ar-Rum : 21 } 


Dengan Memohon Rahmat Dan Ridho Dari Allah SWT. Kami Bermaksud Menyelenggarakan Acara
Pernikahan Kami

Hartono

Anak Kedua dari
Bpk. Ruma & Ibu Sahria

&

Kamilah Kamaruddin Amd, BA

Anak Pertama dari
Bpk. Kamaruddin & Ibu Yuliana

Insya Allah Acara Akan Dilaksanakan Pada :

Akad Nikah

Bertempat di :

Desa Bowong Cindea, Kec. Bungoro.
Kab, Pangkep

Resepsi

Bertempat di :

Siloro (Macinna) Kec. Bungoro,
Kab. Pangkep

Love Story

Takdir di Bawah Langit Biru

 

Selembar Kertas di Bangku SD
​Bagi Hartono, masa kecil di sekolah dasar bukan hanya tentang belajar perkalian atau bermain kelereng di halaman sekolah. Masa itu adalah tentang sepasang mata jernih milik seorang gadis kecil yang duduk di barisan sebelah kanan kelasnya. Namanya Mila.
​Mila adalah cinta monyet Hartono. Mereka sering berbagi bekal, mengerjakan tugas kelompok bersama, hingga bertukar surat kecil yang dilipat berbentuk hati.
​"Nanti kalau sudah besar, kamu mau jadi apa?" tanya Mila suatu siang di bawah pohon mangga sekolah.
"Aku mau jadi tentara, menjaga negara!" jawab Hartono lantang sambil memberi hormat. Mila tertawa kecil, mengacungkan jempolnya yang mungil.
​Namun, perpisahan datang terlalu cepat. Hari kelulusan SD tiba, dan Mila Lanjut di sekolah yang berbeda dengan Hartono Di zaman yang belum secanggih sekarang, tanpa ponsel pintar atau media sosial, perpisahan hari itu berarti putusnya komunikasi. Mereka benar-benar hilang kontak. Waktu bergulir, sosok Mila perlahan tersimpan rapat dalam memori masa kecil Hartono.

 

​Seragam Loreng dan Pertemuan Tak Terduga

​Belasan tahun berlalu. Latihan keras, disiplin ketat, dan peluh yang bercucuran akhirnya mengantarkan Hartono mewujudkan impian masa kecilnya. Ia resmi dilantik menjadi seorang prajurit TNI. Gagah dengan seragamnya, Hartono siap mengabdi pada negara.
Setelah lama lulus menjadi TNI Ia tidak sengaja di Pertemukan di Obrolan Grub Whatsapp yang nama grubnya Alumni SD 13 SILORO Dan Tanpa sengaja Hartono Mengirim pesan Kepada Mila Dan Mila pun merespond dengan baik
​

Menjalin Rasa, Menuju Jala Kehidupan

​Pertemuan tak terduga itu menjadi gerbang pembuka komunikasi yang baru. Mereka mulai sering bertukar kabar di sela-sela kesibukan dinas Hartono. Dari yang awalnya canggung mengenang masa lalu, obrolan mereka berubah menjadi ruang berbagi cerita tentang masa kini dan impian masa depan.
​Kehadiran Mila membawa warna baru dalam kehidupan militer Hartono yang penuh disiplin. Mila mengagumi dedikasi Hartono, sementara Hartono menemukan ketenangan setiap kali mendengar suara Mila setelah seharian bertugas. Kedekatan yang intens itu menumbuhkan kembali benih-benih rasa yang dulu sempat terputus. Mereka pun resmi berpacaran.
​Hubungan mereka tidak selalu mudah, penuh dengan ujian jarak dan waktu karena tugas abdi negara. Namun, kesetiaan dan saling pengertian menjadi fondasi yang kuat. Mila membuktikan dirinya siap menjadi sandaran yang tegar bagi seorang prajurit.

 

​Sauh yang Berlabuh

​Tiga tahun mengarungi
pasang surut asmara, Hartono tahu bahwa pencariannya telah usai. Di matanya, mila bukan lagi sekadar cinta monyet di bangku SD, melainkan sosok wanita mandiri dan bersahaja yang siap berjalan beriringan dengannya.
​Pada sebuah malam yang tenang, Hartono membawa Mila ke sebuah tempat dengan pemandangan lampu kota. Kali ini, ia tidak mengenakan seragam loreng dinasnya, melainkan pakaian rapi yang kasual.
​Hartono menatap lekat mata Mila, lalu mengeluarkan sebuah kotak beludru kecil. "Mila, dulu di bawah pohon mangga sekolah, aku berjanji ingin menjaga negara. Sekarang, di depan kamu, aku ingin berjanji untuk menjaga kamu seumur hidupku. Maukah kamu menjadi pendamping abdi negara, berjalan di sampingku sebagai istriku?"
​Air mata bahagia menggenang di sudut mata Mila. Dengan anggukan mantap dan senyum termanisnya, ia menjawab, "Ya, aku mau."
​Langkah berikutnya sudah di depan mata. Persiapan pengajuan nikah kantor, seragam Jalasenastri yang anggun berkerudung rapi sudah terbayang di benak, siap menyambut lembaran baru sebagai keluarga prajurit yang sah. Takdir yang dimulai dari sebuah bangku SD yang sederhana, kini bersiap berlabuh di pelaminan yang megah.

Wedding Gallery

Wedding Gift

Doa Restu Anda merupakan karunia yang sangat berarti bagi kami.
Dan jika memberi adalah ungkapan tanda kasih Anda, Anda dapat memberi kado secara cashless.

bni.png
Hartono

Anda Juga Bisa Mengirim
Kado Fisik Ke Alamat Berikut

Siloro, Desa Mangilu Kec, Bungoro, Kab, Pangkep
Copy Alamat

Konfirmasi Kehadiran

 

 

 

 

Tiada Yang Dapat Kami Ungkapkan Selain Rasa Terimakasih Dari Hati Yang Tulus Apabila Bapak/ Ibu/ Saudara/i Berkenan Hadir Untuk Memberikan Do’a Restu Kepada Kami

Tono & Mila

Senin, 15 Juni 2026

Berikan Ucapan Spesial Anda Disini :

kumengundangmu.com

WDP Auto Scroll Navigation (WDPASN)
Start Auto Scroll

Anda di bagian akhir halaman!